Di kala Kita Telah Berhati-hati, Namun Orang Lain Tidak.

Kaki depan kembali lempeng kelar berobat.

Kaki depan kembali lempeng kelar berobat.

Hari Minggu lalu saya mengalami kecelakaan. Bukan karena saya sembrono dalam berkendara ataupun tidak mematuhi rambu lalu lintas, namun saya sendiri ditabrak dari arah depan oleh seorang pengendara motor juga, yang kemungkinan lebih terbiasa mengendarai sepeda kayuh.

Awal cerita, saya tiba di sebuah perempatan, dengan kondisi geografi lokasi yang memang rawan kecelakaan, yakni perempatan yang agak patah, ditambah dengan minimnya rambu lalu lintas di perempatan jalan tersebut (kalaupun ada, mungkin juga dianggap papan reklame dan tidak digubris / dipatuhi). Saat saya tiba, saya melihat ada seorang bapak-bapak dengan istrinya hendak belok, dengan memberikan lampu sen kanan (belok pada jalan di arah kiri saya) ia menunggu dan memberikan kesempatan pada saya jika saya hendak melaju lurus. Namun saya pun hendak belok ke kanan (belok ke arah kiri bapak tersebut, sehingga masing-masing sah dan aman untuk mengambil jalan masing-masing). Karena bapak itu melihat saya memberikan lampu isyarat hendak belok ke kanan, maka ia mulai menarik gas guna melaju ke kanan di perempatan tersebut. Tanpa disangka, ternyata ada seorang mahasiswi yang melaju kencang dari arah belakang bapak tersebut, serta hendak menyalip. Karena badan kendaraan bapak tersebut telah bergerak penuh ke arah yang ia ambil, sang mahasiswi pembalap ini dalam sekejap membanting stangnya ke kiri sehingga lolos dari benturan dengan bapak tersebut. Karena perempatan tersebut agak patah, si pembalap wanita ini tidak tahu jika ada saya di depannya. Bisa dikatakan, perempatan ini memiliki blind spot dari ke empat arah. Jadi bentuknya bukan 90 derajat seperti tanda tambah (+) namun lebih mirip huruf X. Apa daya, kondisi saya yang sedang berhenti menunggu untuk belok kanan disamber dari depan, seperti sedang ngadu kambing. Alhasil, motor sang pembalap menabrak bagian depan saya, dan sang pengendaranya terbang ke sisi kanan saya. Motornya “nacep” pada sisi depan kiri saya, karena saya tak kuasa menahan bobot dua kendaraan, akhirnya jatuh ke kanan juga. Kaki kiri saya sempat terhimpit oleh motor, alhamdulillah tidak mengalami suatu luka atau cedera apapun. Sebaliknya, untung sang pembalap juga tidak mengalami cedera yang berarti, meski ia mengalami luka ringan pada telapak tangan kanannya karena tidak mengenakan sarung tangan.

Usai stel velg depan

Usai stel velg depan

Mau diomelin, perempuan..kasihan. Ya akhirnya saya hanya menanyakan seberapa parah dia, ada yg terasa sakit / berat untuk bergerak, ternyata tidak ada yang serius. Akhirnya saya hanya menyampaikan pesan agar lebih hati-hati untuk melaju di persimpangan yg punya “blind spot” dari segala arah ini. Semoga, lebih banyak pengendara motor yang lebih waspada dalam berkendara di jalan raya.

Kaki depan kelar diurut, siap lari lagi :D

Kaki depan kelar diurut, siap lari lagi 😀

Advertisements

About moricelli

Pencilless writer, penniless rider
This entry was posted in bike, custom, safety riding, two wheeler and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s